You should be able to find several indispensable facts about tech in the following paragraphs. If there's at least one fact you didn't know before, imagine the difference it might make.
Pertumbuhan kendaraan setiap tahun mencapai sembilan hingga 11 persen. JAKARTA-- Kemacetan lalu lintas di Jakarta semakin meluas. Hampir setiap ruas jalan dipadati antrean kendaraan. Mulai dari kendaraan pribadi, angkutan umum, hingga sepeda motor. Kepala Dinas Perhubungan DKI, M Tauchid, menyatakan, kapasitas jaringan jalan dan jumlah kendaraan tidak sepadan. ''Jalan-jalan di Jakarta tidak mampu menampung jumlah kendaraan yang semakin banyak setiap tahunnya,'' tuturnya, Kamis (10/12). Menurutnya, pertumbuhan kendaraan di Jakarta setiap tahun mencapai sembilan hingga 11 persen, sedangkan ekspansi jalan Jakarta kurang dari 0,01 persen. Menurut Tauchid, Pemprov DKI sudah menetapkan tiga rencana penyelesaian kemacetan Ibu Kota yang disebut Pola Transportasi Makro (PTM). Sejumlah solusi tersebut adalah dengan mengembangkan angkutan massal, pembangunan infrastruktur, dan melakukan pembatasan lalu lintas. Dishub juga menjajaki pembahasan dengan Polda dan instansi, terkait tentang replica rekayasa lalu lintas tersebut. ''Dari diskusi tersebut, kami berpendapat pembatasan lalu lintas dengan pengenaan fiskal atau retribusi, cocok untuk mengendalikan lalu lintas,'' tuturnya. Metode yang dikenal Electronic Road Pricing (ERP) ini akan efektif untuk memindahkan pengguna kendaraan pribadi ke angkutan umum. Pasalnya, pengguna kendaraan pribadi akan dikenakan biaya tambahan untuk melintasi jalan tertentu. "Pastinya mereka akan memilih untuk pindah ke angkutan umum yang lebih murah," ungkap Tauchid. It seems like new information is discovered about something every day. And the topic of tech is no exception. Keep reading to get more fresh news about tech.
Dia menilai, ERP masih dapat dilakukan di Jakarta karena dalam UU 22/2009 ada salah satu pasal yang menyebut bisa menerapkan retribusi jalan raya itu di jalanan Ibu Kota. Pendapatan dari ERP ini juga akan dikembalikan kembali untuk perbaikan angkutan umum. Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan, selain dengan ERP juga muncul wacana pembatasan kendaraan pribadi dengan penerapan nomor ganjil dan genap, serta mempersulit hak parkir. Pembahasan mesti dilakukan multisektor, karena tidak boleh ada celah yang memungkinkan penggunaan kendaraan melanggar peraturan pembatasan tersebut.
"Sekarang kan warga Jakarta pintar-pintar, banyak yang bisa memanipulasi peraturan dengan berbagai cara," ungkap gubernur. Dalam Pola Transportasi Makro (PTM) yang digaungkan Pemprov DKI Jakarta, juga merekomendasikan pembangunan infrastruktur jalan.
Misalnya, peningkatan kapasitas jaringan jalan akan mencakup pelebaran jalan, pembangunan fly over serta under pass, pedestrianisasi, dan jalur non-motorised vehicle (nonsepeda motor). Jalan susun
Fauzi menyatakan, pembangunan jalan secara horizontal di Jakarta sulit dilakukan karena minimnya lahan dan rumitnya masalah pembebasan tanah warga. ''Jadi, kita perlu buat jalan susun,'' ujarnya. Pembangunan jalan susun diharapkan mampu memenuhi kebutuhan akan akses kendaraan bermotor. ''Proyek ini perlu untuk mengimbangi jumlah kendaraan yang mungkin akan berkurang secara bertahap, dengan pembangunan publik transportasi,'' katanya. Gubernur menambahkan, tahun depan pemprov akan memulai pembangunan enam ruas tol dalam kota. Penyelesaian jalan ini tidak akan dibangun secara bersamaan. ''Kami akan bangun secara bertahap,'' tuturnya. Keenam jalan tol itu adalah Kemayoran-Kampung Melayu sepanjang 9,66 km, Duri Pulo-Tomang-Kampung Melayu sepanjang 11,38 km, Rawa Buaya-Sunter sepanjang 22,6 km, Sunter-Pulo Gebang sepanjang 10,8 km, Pasar Minggu-Casablanca sepanjang 9,55 km), dan Ulujami-Tanah Abang sepanjang 8,26 km. Rencana PTM yang sangat dibutuhkan dan yang disetujui banyak pihak pembangunannya dalam waktu dekat adalah pembangunan angkutan umum massal. Pembangunan angkutan massal ini akan mencakup empat hal, yaitu pembangunan MRT (mass fast transit) dalam bentuk subway atau kereta bawah tanah, LRT (ligth rail transit) dalam bentuk monorail atau kereta layang, BRT (bus fast transit) dalam bentuk busway atau jalur khusus bus, serta warter ways atau angkutan sungai dalam bentuk kapal motor. BRT, menurut Fauzi, sudah dan sangat layak diimplementasikan di Jakarta. Busway membuat waktu perjalanan semakin singkat. Dengan transportasi massal yang layak, masyarakat tidak akan kehilangan banyak waktunya dalam mobilitasnya. c09, ed:utomo (-)